Film Ave Maryam (2019) : Sinopsis, Review, dan Pesan Moral !

194

Film Ave Maryam menjadi film yang kontroversial. Hal itu tak terlepas dari tema agama yang diangkatnya. Sesuatu bagi masyarakat Indonesia adalah perkara yang sangat sensitif. Film drama ini dibintangi oleh aktris ternama Maudy Koesnaedi yang memerankan sosok Maryam, seorang biarawati Katolik yang berada di daerah Semarang.

Sebelum tayang di bioskop tanah air, Film Ave Maryam sudah tampil di beberapa Festival Fillm Internasional. Dengan bekal berharga yang didapatkan dari beberapa festival film internasional itulah yang membuat film Indonesia ini terasa lebih matang dan berkualitas. Sang sutradara bernama Ertanto Robby telah mempersiapkan film dari Indonesia dengan adegan penuh percintaan dan konflik ini jauh-jauh hari sebelum tayang perdana di bioskop.

Sinopsis Film Ave Maryam

Sinopsis Film Ave Maryam 2019

Film Ave Maryam mengisahkan mengenai kehidupan yang dialami oleh biarawati-biarawati agama Katolik di sebuah biara yang berada di wilayah pinggiran Semarang. Banyak komentar miring terhadap film yang berhasil tembus di layar lebar Indonesia ini yang justeru melambungkan film Ave Maryam. Salah satunya tokoh utamanya adalah sosok biarawati yang diperankan oleh Maudy Koesnaedi yang beragama Islam.

Banyak protes yang dilakukan oleh masyarakat terhadap peran biarawati yang dilakukan oleh Maudy Koesnaedi. Karena hal itu bisa membuatnya berbahaya dalam urusan agama. Seolah-olah ia menyetujui perbuatan kaum agama lain. Padahal bisa saja Sang Sutradara mengambil aktris yang beragama kristen Katolik sesuai dengan agama yang akan diperankannya.

Sang Sutradara memberikan penjelasan peran yang dibawakan oleh Maudy Koesnaedi hanyalah sekedar kebutuhan peran. Bagaimana pun film Ave Maryam adalah film yang membawa perdebatan dan kontroversial banyak orang. Ditambah lagi tema film Ave Maryam yang diangkatnya mengenai agama dan percintaan.

Film Ave Maryam termasuk film dengan rating yang tinggi yang diproduksi pada tahun 2019. Film ini telah meraih penghargaan dari tingkat dunia dan pernah tayang pada beberapa acara festival film dunia. Seperti pada ajang Asian Film Festival Jogja Netpac, Festival Film Internasional Capetown, Festival Film Asia Hongkong, dan Festival International Hanoi tahun 2018.

Sutradara film Ave Maryam adalah Ertanto Robby. Para pemain film adalah Chicco Jerikho, Joko Anwar, Olga Lidya, dan Maudy Koesnady sebagai tokoh utama. Pada mulanya, film Ave Maryam mempunyai judul Salt is Leaving the Sea. Namun sebelum ditayangkan di sejumlah bioskop tanah air, film ini dirubah judulnya menjadi Ave Maryam yang menceritakan tokoh utama dalam film tersebut.

Diceritakan, Maryam adalah seorang gadis yang sederhana. Ia masih gadis padahal umurnya sudah mencapai 40 tahun. Ia dilahirkan dan dibesarkan dari keluarga beragama Islam yang sangat taat. Pada suatu hari, ia mendapatkan tawaran bekerja pada sebuah asrama dan panti jompo. Tanpa berpikir panjang, ia segera melamar pekerjaan ke sana.

Pada akhirnya, Maryam diterima bekerja di asrama. Ia ditempatkan sebagai biarawati yang mengurus para biarawati yang sudah lanjut usia. Di asrama pula, Maryam mulai berkenalan dengan Romo Yosef, dan biarawati senior.

Salah satu hobi Romo Yosef yang berposisi sebagai pastor adalah bermain musik. Rangkaian nada-nada ia susun menjadi susunan indah yang mendayu-dayu. Hal itu didengarkan setiap hari oleh Maryam. Mengetahui kepintarannya bermain musik membuat Maryam merasakan jatuh cinta pada sosok Pastor Romo Yosef. Secara bersamaan, Romo Yosef pun mengalami hal sama. Ia jatuh cinta pada Maryam.

Akankah hubungan cinta Maryam dan Romo Yosef dapat bersatu? Untuk mengetahui, ending ceritanya kamu bisa menonton film Ave Maryam yang pastinya seru dan menarik.

Review Film Ave Maryam

Film Ave Maryam Review

Film Ave Maryam menceritakan tentang kehidupan di biara yang dipenuhi oleh para biarawati. Sebagai manusia pastinya setiap orang diberikan nafsu dan naluri. Begitu pula yang terjadi di lingkungan biara Katolik. Seorang Pastor mencintai seorang biarawati. Padahal keduanya dilarang untuk melakukan perbuatan yang keduniawian tersebut.

Film ini akan mengajarkan pada para penonton tentang istilah-istilah dalam agama Katolik. Istilah yang melekat pada pastor dan biarawati. Dalam pandangan agama Katolik, posisi sebagai biarawati dan pastor romo adalah posisi yang terhormat. Mereka sudah sepakat untuk tidak nikah selamanya. Ucapan janji tersebut sudah diucapkan di depan Tuhan Yesus. Perbuatan terlarang yang dilakukan oleh seorang biarawati dan Pastur di sebuah Biara di Semarang yang tergambarkan dalam film ini adalah tindakan yang salah dan dapat dihukum sesuai hukum agama Katolik.

Film Ave Maryam mengambil setting tahun 1998 di daerah Semarang. Pada awal cerita menggunakan alur yang lambat yang terkesan monoton. Pada pembukaan film digambarkan mengenai kegiatan sehari-hari para biarawati. Tugas para biarawati muda adalah melayani kelompok biarawati yang sudah tua renta.

Pekerjaan sehari-hari para biarawati muda itu tak lepas dari membersihkan asrama, memasak, menyediakan makanan, mengganti baju bagi para biarawati sepuh sampai memandikan mereka dan mencukupi apa yang jadi keinginan mereka.

Kehidupan di asrama Biarawati yang terkesan monoton membuat semuanya berjalan seperti normal biasa. Suatu hari, Pastur Romo Yosef yang diperankan oleh Chicco Jerikho berpapasan dengan Maryam. Ada rasa suka dan tertarik pada sosok Maryam. Ketika ia sampai di ruangan kerjanya di asrama hatinya terasa dekat dengan Maryam. Ia mengingat terus nama Maryam. Rupanya Pastor sedang jatuh cinta.

Namun Pastor teringat kembali dengan janjinya di hadapan Tuhan. Ia akan melayani agama dan sesama serta tidak akan menikah. Pergulatan batinnya terus berkecamuk antara memilih kehidupan duniawi yang membuatnya bahagia ataukah ia akan terus memegang janji pada Tuhan.

Hal yang sama dirasakan oleh Maryam. Ia juga merasakan jatuh cinta pada sosok Pastor. Namun ia lebih memendam perasaannya sendiri. Maryam pun tak luput dari pergolakan batin. Karena ia hanyalah seorang biarawati yang sudah memegang janji pada Tuhan untuk tidak menikah selama hidupnya.

Pesan Moral Film Ave Maryam

Film Ave Maryam Pesan Moral

Film Ave Maryam hendak memberikan pesan kepada para penonton. Sebuah pesan yang tidak menggurui tapi pesan yang bisa ditangkap oleh setiap penonton dari film ini bahwa hidup ini terkadang mengalami benturan antara keinginan dengan agama yang kita anut.

Film Ave Maryam walaupun jalan cerita tampak sederhana, namun dalam segi pesan moral yang terkandung di dalamnya sangat banyak. Film ini akan menguak misteri kehidupan para biarawati dan pastor. Yang sesungguhnya mereka juga adalah manusia biasa yang mempunyai hawa nafsu seks. Dalam beberapa kejadian, peristiwa ini masih terjadi di luar negeri dan di dalam negeri.

Pada film Ave Maryam, seorang biarawati bernama Maryam mengalami pergolakan batin antara ia mencintai pastor atau memilih tak menikah selamanya. Pergolakan batin itu disampaikan pada sosok biarawati lainnya yang tidak menyalahkannya. Biarawati bijak itu memberikan pilihan pada Maryam untuk memlih yang terbaik menurutnya. Karena ia sudah dewasa. Hanya saja, Maryam harus bertanggung jawab atas pilihannya sendiri.

Pada bagian akhir cerita tidak disebutkan bagaimana akhir ceritanya. Hanya saja pada bagian akhir digambarkan biarawati Maryam memilih pergi dari asrama. Ia berjalan membawa koper. Tak diceritakan kemana tujuannya atau apakah yang membuatnya demikian. Dalam hal ini, sang sutradara ingin memberikan persepsi yang bisa dipersepsikan setiap orang mengenai akhir cerita.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1398

No votes so far! Be the first to rate this post.

error: Alert: Content is protected !!